Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda:
Para hadirin, kita yakin bahwa ada sebagian orang yang terkejut dan merasa aneh ketika mendengar hadits ini. Atau bahkan mengingkarinya. Mungkin dia akan berkata, “Apa urusannya pepohonan dan bebatuan dengan apa yang dilakukan bangsa yahudi? Bukankah mereka tidak memiliki perasaan? Hanya benda mati!”
Saya akan menjawab, “Apabila Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka Dia akan mempersiapkan sebab-sebabnya. Mungkin belum saatnya Allah menampakkan hal itu dan manusia belum bisa melihat ataupun mendengarkannya, maka mereka merasa aneh dan terkejut dengan hal tersebut. Tetapi ketika Allah telah menciptakan situasi dan kondisinya lebih dahulu dan mempertautkan hubungan sebab-akibatnya maka keanehan itu akan sirna.”
Pernahkah anda berfikir ada orang yang berkata beberapa tahun yang lalu bahwa dunia barat, baik Eropa maupun Amerika suatu ketika akan melawan kebijakan-kebijakan zionis Israel dan mengambil posisi yang beradab dan oposisi. Pasti orang-orang juga akan merasa aneh dan mengingkari hal itu. Mungkin juga ada yang berkata, “Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Nyatanya yang kita lihat sekarang posisi dunia barat bagaikan sebuah cincin kecil yang melingkar di jari manis Israel yang bisa ia putar kesana kemari sesuka hati!”
Di sini, sekali lagi saya tegaskan, apabila Allah mengiginkan sesuatu terjadi, maka Dia akan menyiapkan cara dan sebabnya, dengan demikian maka rasa aneh dan ingkar akan hilang.
Kita semua tahu bahwa setiap orang di dunia barat sesungguhnya menyimpan kebencian yang luar biasa terhadap zionis Israel. Bukan hanya terhadap zionis Israel, tetapi kepada bangsa yahudi seluruhnya. Hanya saja mereka belum bisa mengungkapkan rasa itu, karena dunia politik mereka semua di bawah kendali yahudi yang membungkam setiap mulut yang meneriakkan kebencian itu. Di sini saya tegaskan untuk ketiga kalinya apabila Allah mengiginkan sesuatu terjadi, maka Dia akan menyiapkan cara dan sebabnya.
Hari ini, semua mata telah melihat dan semua telinga telah mendengar tentang kebiadaban dan kesewenang-wenangan Israel. Sebuah tindakan yang menorehkan tinta merah di panggung sejarah umat manusia. Sebuah kebiadaban yang bahkan sekalipun belum pernah dilakukan oleh orang-orang paling biadab zaman sekarang. Lihatlah bagaimana bumi Gaza berubah menjadi lautan darah, dengan mayat anak-anak dan wanita yang terapung. Mungkin kalian juga mendengar atau bahkan melihat sendiri para pemuka agama mereka mengucapkan selamat atas kejahatan itu. Kejahatan yang menyayat sejarah umat manusia. Kebiadaban-kebiadaban itu pasti membuat pepohonan dan bebatuan merasa risih. Membuat pepohonan dan bebatuan merasa muak. Dan itulah yang menjadi mukaddimah, sebuah awalan dan sebuah sebab dari hakekat yang dikatakan Rasulullah SAW dalam haditsnya tadi.
Apabila kita perhatikan lebih dalam lagi, ternyata hal-hal yang terlihat jauh telah menjadi dekat. Sesuatu luar biasa telah menjadi hal yang biasa. Lihatlah orang-orang di dunia barat mulai mengungkapkan kebencian yang telah lama terpendam itu. Mereka mulai meneriakkan kebencian itu di setiap sudut negeri. Saya katakan sekali lagi bahwa orang-orang barat, Eropa dan Amerika, sudah mampu meneriakkan suara hati yang telah lama terpendam itu. Iya, kebencian mereka kepada yahudi. Inilah yang kita lihat dan kita dengar dari mereka.
Dulu politik yang dikendalikan yahudi membungkam mulut mereka. Namun hari ini besarnya api kebencian mereka telah meledakkan belenggu politik itu. Hari ini politik yahudi itu tidak mampu lagi menutup mulut masyarakat barat dan tidak bisa lagi melarang mereka untuk mengungkapkan kebencian yang telah lama menyiksa batin mereka.
Yaa ‘Ibaadallah.. ! Realita yang ada di depan kita hari ini memeperlihatkan kepada kita hikmah dari firman-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 251:
“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia sengan
sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini.” (Al Baqarah: 251)
Banyak sekali makna yang terkandung dalam ayat ini, yang tidak cukup waktu untuk kita gali, tetapi peristiwa demi peristiwa yang terjadi akan membuka semua rahasia itu seiring berjalannya waktu. Pepohonan dan bebatuan muak dengan kebiadaban yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata itu. Kata-kata menjadi lebur sebelum sampai ke ujung lisan.
Dan kata siapa bahwa pepohonan dan bebatuan tidak memiliki perasaan? Apabila kebiadaban dan kejahatan kemanusiaan telah sampai kepada titik seperti ini, maka akan membuat pepohonan dan bebatuan merasa memiliki kepentingan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya:
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُتَصَدِّعاً مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (Al Hasyr: 21)
وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinyadan diantarany sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.” (Al Baqarah: 74)
Ayat ini lebih mengherankan pikiran, tetapi apabila Allah mengkhendaki itu semua, maka akan diciptakan iklim yang membuat sesuatu yang jauh menjadi dekat dan menjadikan sesuatu yang aneh menjadi hal biasa.
Hari ini saya katakan, dan saya bertanggungjawab atas kata-kata ini, bahwa sejak hari ini dunia barat tidak akan lagi menyembunyikan setiap perasaan mereka terhadap musuh kemanusian itu. Mereka telah menyembunyikan rasa itu dan telah sabar sejak lama, karena kekangan politik yang dikendalikan Yahudi. Tetapi hari ini kekangan itu telah hancur oleh kemarahan hati nurani mereka.
Setiap orang yang melihat Israel hari ini, dan apa yang mereka lakukan di bumi Gaza kemarin, adalah penggalian kuburan mereka sendiri. Dan yakinlah bahwa dunia barat yang akan menguburkan mereka di sana. Apa yang telah saya katakan itu, akan menghilangkan keanehan kita di depan sabda Rasulullah: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kamu sekalian memerangi bangsa yahudi. Maka kaum muslimin pun membunuh para yahudi. Sehingga ada seorang yahudi yang bersembunyi di balik pohon dan batu. Maka pohon dan batu pun berkata: ”Wahai muslim ada yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya dia adalah pohon bangsa yahudi.”
Keajaiban dan keanehan perbuatan Israel di bumi Gaza sama dengan keanehan dan keajaiban apa yang dikatakan Rasulullah bahwa pohon dan batu bisa berbicara dan memprotes atas kebiadaban Israel itu, yang seharusnya membuat setiap muslim berani memberontak dan berteriak atas nama keadilan, kemanusiaan, anak-anak dan setiap tetesan darah yang tidak berdosa. Realita ini harus kita ketahui dan harus bisa membuat keimanan kita kepada setiap apa yang dikatakan Rasulullah semakin bertambah.
(Alih Bahasa : Saiefannur MK)
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kamu sekalian memerangi bangsa yahudi. Maka kaum muslimin pun membunuh para yahudi. Sehingga ada seorang yahudi yang bersembunyi di balik pohon dan batu. Maka pohon dan batu pun berkata: ”Wahai muslim ada yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya dia adalah pohon bangsa yahudi.”
Para hadirin, kita yakin bahwa ada sebagian orang yang terkejut dan merasa aneh ketika mendengar hadits ini. Atau bahkan mengingkarinya. Mungkin dia akan berkata, “Apa urusannya pepohonan dan bebatuan dengan apa yang dilakukan bangsa yahudi? Bukankah mereka tidak memiliki perasaan? Hanya benda mati!”
Saya akan menjawab, “Apabila Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka Dia akan mempersiapkan sebab-sebabnya. Mungkin belum saatnya Allah menampakkan hal itu dan manusia belum bisa melihat ataupun mendengarkannya, maka mereka merasa aneh dan terkejut dengan hal tersebut. Tetapi ketika Allah telah menciptakan situasi dan kondisinya lebih dahulu dan mempertautkan hubungan sebab-akibatnya maka keanehan itu akan sirna.”
Pernahkah anda berfikir ada orang yang berkata beberapa tahun yang lalu bahwa dunia barat, baik Eropa maupun Amerika suatu ketika akan melawan kebijakan-kebijakan zionis Israel dan mengambil posisi yang beradab dan oposisi. Pasti orang-orang juga akan merasa aneh dan mengingkari hal itu. Mungkin juga ada yang berkata, “Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Nyatanya yang kita lihat sekarang posisi dunia barat bagaikan sebuah cincin kecil yang melingkar di jari manis Israel yang bisa ia putar kesana kemari sesuka hati!”
Di sini, sekali lagi saya tegaskan, apabila Allah mengiginkan sesuatu terjadi, maka Dia akan menyiapkan cara dan sebabnya, dengan demikian maka rasa aneh dan ingkar akan hilang.
Kita semua tahu bahwa setiap orang di dunia barat sesungguhnya menyimpan kebencian yang luar biasa terhadap zionis Israel. Bukan hanya terhadap zionis Israel, tetapi kepada bangsa yahudi seluruhnya. Hanya saja mereka belum bisa mengungkapkan rasa itu, karena dunia politik mereka semua di bawah kendali yahudi yang membungkam setiap mulut yang meneriakkan kebencian itu. Di sini saya tegaskan untuk ketiga kalinya apabila Allah mengiginkan sesuatu terjadi, maka Dia akan menyiapkan cara dan sebabnya.
Hari ini, semua mata telah melihat dan semua telinga telah mendengar tentang kebiadaban dan kesewenang-wenangan Israel. Sebuah tindakan yang menorehkan tinta merah di panggung sejarah umat manusia. Sebuah kebiadaban yang bahkan sekalipun belum pernah dilakukan oleh orang-orang paling biadab zaman sekarang. Lihatlah bagaimana bumi Gaza berubah menjadi lautan darah, dengan mayat anak-anak dan wanita yang terapung. Mungkin kalian juga mendengar atau bahkan melihat sendiri para pemuka agama mereka mengucapkan selamat atas kejahatan itu. Kejahatan yang menyayat sejarah umat manusia. Kebiadaban-kebiadaban itu pasti membuat pepohonan dan bebatuan merasa risih. Membuat pepohonan dan bebatuan merasa muak. Dan itulah yang menjadi mukaddimah, sebuah awalan dan sebuah sebab dari hakekat yang dikatakan Rasulullah SAW dalam haditsnya tadi.
Apabila kita perhatikan lebih dalam lagi, ternyata hal-hal yang terlihat jauh telah menjadi dekat. Sesuatu luar biasa telah menjadi hal yang biasa. Lihatlah orang-orang di dunia barat mulai mengungkapkan kebencian yang telah lama terpendam itu. Mereka mulai meneriakkan kebencian itu di setiap sudut negeri. Saya katakan sekali lagi bahwa orang-orang barat, Eropa dan Amerika, sudah mampu meneriakkan suara hati yang telah lama terpendam itu. Iya, kebencian mereka kepada yahudi. Inilah yang kita lihat dan kita dengar dari mereka.
Dulu politik yang dikendalikan yahudi membungkam mulut mereka. Namun hari ini besarnya api kebencian mereka telah meledakkan belenggu politik itu. Hari ini politik yahudi itu tidak mampu lagi menutup mulut masyarakat barat dan tidak bisa lagi melarang mereka untuk mengungkapkan kebencian yang telah lama menyiksa batin mereka.
Yaa ‘Ibaadallah.. ! Realita yang ada di depan kita hari ini memeperlihatkan kepada kita hikmah dari firman-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 251:
وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ
Banyak sekali makna yang terkandung dalam ayat ini, yang tidak cukup waktu untuk kita gali, tetapi peristiwa demi peristiwa yang terjadi akan membuka semua rahasia itu seiring berjalannya waktu. Pepohonan dan bebatuan muak dengan kebiadaban yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata itu. Kata-kata menjadi lebur sebelum sampai ke ujung lisan.
Dan kata siapa bahwa pepohonan dan bebatuan tidak memiliki perasaan? Apabila kebiadaban dan kejahatan kemanusiaan telah sampai kepada titik seperti ini, maka akan membuat pepohonan dan bebatuan merasa memiliki kepentingan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya:
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُتَصَدِّعاً مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (Al Hasyr: 21)
وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinyadan diantarany sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.” (Al Baqarah: 74)
Ayat ini lebih mengherankan pikiran, tetapi apabila Allah mengkhendaki itu semua, maka akan diciptakan iklim yang membuat sesuatu yang jauh menjadi dekat dan menjadikan sesuatu yang aneh menjadi hal biasa.
Hari ini saya katakan, dan saya bertanggungjawab atas kata-kata ini, bahwa sejak hari ini dunia barat tidak akan lagi menyembunyikan setiap perasaan mereka terhadap musuh kemanusian itu. Mereka telah menyembunyikan rasa itu dan telah sabar sejak lama, karena kekangan politik yang dikendalikan Yahudi. Tetapi hari ini kekangan itu telah hancur oleh kemarahan hati nurani mereka.
Setiap orang yang melihat Israel hari ini, dan apa yang mereka lakukan di bumi Gaza kemarin, adalah penggalian kuburan mereka sendiri. Dan yakinlah bahwa dunia barat yang akan menguburkan mereka di sana. Apa yang telah saya katakan itu, akan menghilangkan keanehan kita di depan sabda Rasulullah: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kamu sekalian memerangi bangsa yahudi. Maka kaum muslimin pun membunuh para yahudi. Sehingga ada seorang yahudi yang bersembunyi di balik pohon dan batu. Maka pohon dan batu pun berkata: ”Wahai muslim ada yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya dia adalah pohon bangsa yahudi.”
Keajaiban dan keanehan perbuatan Israel di bumi Gaza sama dengan keanehan dan keajaiban apa yang dikatakan Rasulullah bahwa pohon dan batu bisa berbicara dan memprotes atas kebiadaban Israel itu, yang seharusnya membuat setiap muslim berani memberontak dan berteriak atas nama keadilan, kemanusiaan, anak-anak dan setiap tetesan darah yang tidak berdosa. Realita ini harus kita ketahui dan harus bisa membuat keimanan kita kepada setiap apa yang dikatakan Rasulullah semakin bertambah.
(Alih Bahasa : Saiefannur MK)
No comments:
Post a Comment